Rabu, 21 Januari 2015

Salam Manis untuk Si Manis
Oleh  Bagas Mulyanto
28-04-2014
Aku sabar karna aku sayang, kata itulah yang selalu di ucapkan dan di jadikan sebagai motivasi dalam mengarungi romantisme  perjalanan cintanya dengan Miftah.Padahal, sudah 3 bulan lamanya Boim mengejar cintanya Miftah ,akan tetapi belum ada sedikitpun cela pada hatinya yang di lihatkan kepada Boim”Sabar...”kata itulah yang selalu di berikan oleh teman-temannya.Semua usaha dan kerja kerasnya telah dilakukan ,hasilnya tetap nihil  ibarat bulan dan matahari muncul bersamaan (tidak mungkin).Mulai dari pengiriman surat yang dilakukan 3 kali dalam seminggu , surat itu tertuliskan kata-kata cinta serta ungkapan kalbunya untuk Miftah, sampai menyimpan foto dan membuat movie mekker yang bertulisan Salam Manis untuk Si Manis serta pengungkapan rasa di dalam hatinya yang tersimpan di dalam laptopnya .

Pekerjaan yang dilakukan sehari-hari nya selain kuliah ia juga aktif di berbagai organisasi kampus dan aktif di dalam kegiatan pondok  pesantren. Karena,ia bertempat di sebuah pondok pesantren salaf yang menekankan  pengajaran pada kitab kuning dan amaliyah-amaliyah tradisional yang biasa di lakukan oleh para ulama jawa.

Miftah adalah seorang wanita cantik nan manis yang sedang menjalankan study nya di sebuah kampus yang terkemuka di daerah istimewa Jogjakarta, ia berasal dari sebuah desa di daerah Kebumen.Sedangkan Boim adalah seorang pria yang mempunyai wajah tidak begitu tampan dan manis, tetapi ia mempunyai ambisi serta keinginan yang kuat untuk menjadi seseorang yang bermanfaat dan berguna bagi orang banyak, melalui ilmu yang ia pelajari di pondok pesantren, kampus dan organisasi nya ,sehingga ia selalu belajar dan menghapal segala sesuatu yang menurut ia penting dalam masyarakat.

Pertemuan nya berawal ketika ia mengikuti acara rutinan organisasi daerah nya.Ketika itu , Miftah sedang duduk di atas motor sambil memasang  senyuman yang begitu manis dan indah .Ada keinginan untuk berkenalan atau mengenalkan diri ,tetapi keinginan itu  menjadi layu dan sungkan ketika, ia mengetahui kalau Miftah sudah mempunyai kekasih yang bernama Ragil ,yaitu teman seorganisasi daerah nya.

Hari demi hari di jalaninya ,bulan demi bulan terus berlalu, sampai akhirnya ia tau bahwa Miftah sudah putus dengan Ragil.Saat itu barulah Boim memulai memberanikan diri untuk berkenalan dan menjalani pendekatan dengan Miftah. “Haii Miftah J “ sms petama yang di ketik oleh Boim, “siapa yaa??” jawaban sms dari Miftah “ini aku Boim teman satu daerah nya Ragil yang waktu itu mimpin tahlil dan yasin serta doa di acara rutinan organisasiku ,masih ingetkan ??...oiya salam kenal yaa J“jawab Boim  dari pertanyaan sms Miftah.”owalah iyaa,salam kenal juga yaa “ disertai emotion senyuman yang dikirimkan oleh Miftah untuk membalas sms Boim.Setelah itu tidak ada jawaban sms dari Miftah walaupun Boim mencoba untuk mengirim beberapa sms lagi.

Beberapa hari kemudia Boim memulai memberanikan diri untuk sms kembali,tetapi tetap tidak ada jawaban darinya. Karena Boim sudah mempunyai rasa sayang dan cinta di dalam dadanya kepada Miftah,walau ia sendiri pun tidak mengerti dari mana asal rasa itu .Tetapi ,ia yaqin bahwasanya rasa itu adalah rasa yang benar-benar ada di dalam hatinya dan juga ia yaqin bahwasanya rasa sayang dan rasa cinta itu tidak perlu ada alasan juga tanpan harus ada pertanyaan kenapa?,tanpa tetapi, dan tanpa pertanyaan lainnya.Maka ia  pun tidak pernah putus asa untuk selalu berusaha dan selalu mencoba memberikan perhatian serta kepedulian nya ,agar bisa memberikan sedikit cela atau lubang kecil lalu bersemayam di dalam hatinya.Setiap hari nya ia selalu istiqomah mengirimkan sms  disertai dengan emotion senyuman yang berisi tentang perhatian dan kepeduliannya kepada Miftah.

Semua harapan dan impian nya Boim pun terjawab lewat berjalannya waktu . Konsistenya dalam menjalani semua usaha baik dzoriyah maupun rohaniyah seperti menjalani sholat hajat,tahajut dan sholat dluha serta mengirimi doa khusus yang di tunjukkan untuk Miftah ketika sehabis sholat itu  tidak sia-sia. Miftah memberikan respon serta sedikit peluang untuk mendekatinya walaupun hanya sekedar membalas sms dan mengangkat teleponnya tetapi, untuk Boim itu udah lebih dari cukup.

“Haii Mif lagi ngapain kamu? “ permulaan sms yang di ketik oleh boim, dengan mengharapkan jawaban sms yang memuaskan.”lagi ngobrol sama temen aja “ hanya jawaban ringan yang di berikan oleh Miftah di dalam balesan nya. “owalah ,oiya Mif kamu tau engga kalau di dunia yang manis itu ada 3 ?...” mencoba memberikan pertanyaan yang bertujuan untuk sms an lebih lama. “aku engga tau J”sedikit jawaban yang di lihat di dalam hp nya.”kalau engga tau aku kasih tau yaa ,sambil menyisipkan emotion di dalam balesan sms nya, di dunia itu yang manis ada 3 yang pertama adalah gula kedua adalah madu/tebu dan yang ke tiga itu adalah kamu “lanjutan tulisan di dalam sms Boim. ”oh makasih yaa J”Terakhir balesan sms yang di berikan oleh Miftah.

Beberapa hari kemudian ketika Boim mengirimi surat untuk Miftah di dalam suratnya terdapat tulisan “ada salam dari aku ,salamnya adalah Salam manis untuk Si Manis”.Pengiriman salamnya pun tidak berhenti hanya melalui media surat saja tetapi pengiriman salamnya melalui media pelantara manusia yaitu teman jurusannya Boim yang satu kos dengan Miftah.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar