Salam
Manis untuk Si Manis
Oleh
Bagas Mulyanto
28-04-2014
Aku sabar karna aku sayang,
kata itulah yang selalu di ucapkan dan di jadikan sebagai motivasi dalam
mengarungi romantisme perjalanan
cintanya dengan Miftah.Padahal, sudah 3 bulan lamanya Boim mengejar cintanya
Miftah ,akan tetapi belum ada sedikitpun cela pada hatinya yang di lihatkan
kepada Boim”Sabar...”kata itulah yang selalu di berikan oleh teman-temannya.Semua
usaha dan kerja kerasnya telah dilakukan ,hasilnya tetap nihil ibarat bulan dan matahari muncul bersamaan
(tidak mungkin).Mulai dari pengiriman surat yang dilakukan 3 kali dalam
seminggu , surat itu tertuliskan kata-kata cinta serta ungkapan kalbunya untuk
Miftah, sampai menyimpan foto dan membuat movie mekker yang bertulisan Salam
Manis untuk Si Manis serta pengungkapan rasa di dalam hatinya yang tersimpan di
dalam laptopnya .
Pekerjaan yang dilakukan
sehari-hari nya selain kuliah ia juga aktif di berbagai organisasi kampus dan
aktif di dalam kegiatan pondok
pesantren. Karena,ia bertempat di sebuah pondok pesantren salaf yang
menekankan pengajaran pada kitab kuning
dan amaliyah-amaliyah tradisional yang biasa di lakukan oleh para ulama jawa.
Miftah adalah seorang wanita
cantik nan manis yang sedang menjalankan study nya di sebuah kampus yang
terkemuka di daerah istimewa Jogjakarta, ia berasal dari sebuah desa di daerah
Kebumen.Sedangkan Boim adalah seorang pria yang mempunyai wajah tidak begitu
tampan dan manis, tetapi ia mempunyai ambisi serta keinginan yang kuat untuk
menjadi seseorang yang bermanfaat dan berguna bagi orang banyak, melalui ilmu
yang ia pelajari di pondok pesantren, kampus dan organisasi nya ,sehingga ia
selalu belajar dan menghapal segala sesuatu yang menurut ia penting dalam
masyarakat.
Pertemuan nya berawal ketika
ia mengikuti acara rutinan organisasi daerah nya.Ketika itu , Miftah sedang
duduk di atas motor sambil memasang
senyuman yang begitu manis dan indah .Ada keinginan untuk berkenalan
atau mengenalkan diri ,tetapi keinginan itu
menjadi layu dan sungkan ketika, ia mengetahui kalau Miftah sudah
mempunyai kekasih yang bernama Ragil ,yaitu teman seorganisasi daerah nya.
Hari demi hari di jalaninya
,bulan demi bulan terus berlalu, sampai akhirnya ia tau bahwa Miftah sudah
putus dengan Ragil.Saat itu barulah Boim memulai memberanikan diri untuk
berkenalan dan menjalani pendekatan dengan Miftah. “Haii Miftah J “ sms petama yang di ketik oleh Boim,
“siapa yaa??” jawaban sms dari Miftah “ini aku Boim teman satu daerah nya Ragil
yang waktu itu mimpin tahlil dan yasin serta doa di acara rutinan organisasiku
,masih ingetkan ??...oiya salam kenal yaa J“jawab Boim dari pertanyaan sms Miftah.”owalah iyaa,salam
kenal juga yaa “ disertai emotion senyuman yang dikirimkan oleh Miftah untuk
membalas sms Boim.Setelah itu tidak ada jawaban sms dari Miftah walaupun Boim mencoba
untuk mengirim beberapa sms lagi.
Beberapa hari kemudia Boim
memulai memberanikan diri untuk sms kembali,tetapi tetap tidak ada jawaban
darinya. Karena Boim sudah mempunyai rasa sayang dan cinta di dalam dadanya
kepada Miftah,walau ia sendiri pun tidak mengerti dari mana asal rasa itu .Tetapi
,ia yaqin bahwasanya rasa itu adalah rasa yang benar-benar ada di dalam hatinya
dan juga ia yaqin bahwasanya rasa sayang dan rasa cinta itu tidak perlu ada
alasan juga tanpan harus ada pertanyaan kenapa?,tanpa tetapi, dan tanpa
pertanyaan lainnya.Maka ia pun tidak
pernah putus asa untuk selalu berusaha dan selalu mencoba memberikan perhatian
serta kepedulian nya ,agar bisa memberikan sedikit cela atau lubang kecil lalu
bersemayam di dalam hatinya.Setiap hari nya ia selalu istiqomah mengirimkan sms
disertai dengan emotion senyuman yang
berisi tentang perhatian dan kepeduliannya kepada Miftah.
Semua harapan dan impian nya
Boim pun terjawab lewat berjalannya waktu . Konsistenya dalam menjalani semua
usaha baik dzoriyah maupun rohaniyah seperti menjalani sholat hajat,tahajut dan
sholat dluha serta mengirimi doa khusus yang di tunjukkan untuk Miftah ketika
sehabis sholat itu tidak sia-sia. Miftah
memberikan respon serta sedikit peluang untuk mendekatinya walaupun hanya
sekedar membalas sms dan mengangkat teleponnya tetapi, untuk Boim itu udah
lebih dari cukup.
“Haii Mif lagi ngapain kamu?
“ permulaan sms yang di ketik oleh boim, dengan mengharapkan jawaban sms yang
memuaskan.”lagi ngobrol sama temen aja “ hanya jawaban ringan yang di berikan oleh
Miftah di dalam balesan nya. “owalah ,oiya Mif kamu tau engga kalau di dunia
yang manis itu ada 3 ?...” mencoba memberikan pertanyaan yang bertujuan untuk
sms an lebih lama. “aku engga tau J”sedikit jawaban yang di lihat di dalam
hp nya.”kalau engga tau aku kasih tau yaa ,sambil menyisipkan emotion di dalam
balesan sms nya, di dunia itu yang manis ada 3 yang pertama adalah gula kedua adalah
madu/tebu dan yang ke tiga itu adalah kamu “lanjutan tulisan di dalam sms Boim.
”oh makasih yaa J”Terakhir
balesan sms yang di berikan oleh Miftah.
Beberapa hari kemudian ketika
Boim mengirimi surat untuk Miftah di dalam suratnya terdapat tulisan “ada salam
dari aku ,salamnya adalah Salam manis untuk Si Manis”.Pengiriman salamnya pun
tidak berhenti hanya melalui media surat saja tetapi pengiriman salamnya
melalui media pelantara manusia yaitu teman jurusannya Boim yang satu kos
dengan Miftah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar