cerpen
Mushaf kusam di pojok lemari
Oleh Bagas Mulyanto
30-09-2014
Kuliah
,diskusi dan mengerjakan tugas adalah kegiatan sehari-harinya yang di lakukan
oleh Romi,pemuda kurus yang berkulit putih serta mempunyai rambut yang tebal
dan ikal.Ia berasl dari sudut timur pulau jawa yang biasa di sebut kota marmer
atau ikan hias.Ia melanjutkan studinya setelah lulus dari pondok pesantren yang
terletak di daerah jawa tengah,lalu lanjut di sebuah kota yang terkenal dengan
mahasiwa juga pelajarnya.Jurusan yang ia ambil di sebuah Universitas itu
telihat cukup unik yaitu ilmu perpolitikan, karena jurusan yang dulu ia ambil
saat di MA Pesantrennya itu keagamaan jadi sangat berbeda haluan serta
kajiannya.Karen perbedaan ini ia mempunyai nafsu usaha yang besar untuk bisa
dan mengerti.Sehingga ia mempelajari seluruh konsep dan pemikiran para pakar
politik yang di dalam negeri maupun luar negeri.Akibatnya seluruh kegiatan rutin
batiniyyah yang ia bawa dari pesantren dulu dan ia membiasakan untuk istiqomah
itu terbengkalai,mulai membaca atau tadarus Al qur’an mutholaah kitab,serta
menghafal nadzom nahwu sorof.
****** *****
*****
Hari
selasa tanggal 20 bulan desember di tahun 2005 Romi biasa menjalankan
aktivitasnya sehari-hari tidak ada fenomena yang berbeda seperti hari-hari
sebelumnya.Ia kuliah sampai siang karna hari itu hanya 4 sks saja, setelah itu
ia mengikuti diskusi di organisasinya yang bertemaan tentang
kepemimpinan.”konsep pemimpin yang baik dalam perpolitikan di indonesia itu
seperti apa??” muncul pertanyaan dari Fahmi teman diskusi serta teman satu
kelas dan organisasinya setelah pemantik memaparkan sedikit materi atau
argumennya.”konsep pemimpin yang baik di indonesia itu adalah pemimpin yang
sehat juga jujur dari berbagai hal, lalu pemimpin itu mashur kejujurannya , di
percaya rakyat dan bisa menjaga amanah serta martabat orang banyak atau
rakyat”sedikit jawaban Romi dari pertanyaan Fahmi itu.”lantas apakah sudah ada
di indonesia itu pemimpin yang di paparkan oleh kamu bung “pertanyaan balik
yang di kasih oleh Fahmi,sambil tersenyum sedikit menandakan bahwa diskusi ini
serius tapi santai.”yaaa kita cari dan mungkin nanti itu aku “haha hahah
tertawa bersama di forum diskusi itu dan menandakan selesainya diskusi.
Sesampainya
di kos, Romi melihat di pojok lemarinya ada al qur’an yang tertata rapi di
samping buku-buku bacaannya.Al qur’an itu kusam dan lusut penuh dengan debu
karna terlihat tidak pernah di gunakan untuk tadarus.Romi duduk diatas ranjang
tempat ia tidur sambil merenung dan menangis memikirkan dirinya, karena ia
sangat berbeda dari prilaku juga sifatnya saat di pesantren dan setelah ia
menjadi seorang akademisi di universitas ternama.Dahulu di pesantren ia
terkenal anak yang rajin dalam beribadah dan menghafal kitab-kitab salaf juga
nadzom-nadzom nahwu sorof sampai banyak teman-temanya yang iri akan
keistiqomahannya.Tetapi setelah ia keluar pesantren ia lupa akan dirinya dan
kegiatan batiniyyahnya bahkan ia tidak pernah sedikit pun menyentuh al qur’an
karena ia sibuk akan dunia barunya yang lebih nikmat.Sambil menangis Romi berjalan
menuju pojok lemari dan mengambil al
qur’an kusam itu ,lalu di bukalah al qur’an itu dan di ciumnya sambil menangisi
akan prilaku yang dilakukan terhadap kitab suci yang di bawa oleh Nabi
Muhammad.Ia membuka surah Al Mukmin ayat 39 dan membacanya dengan
terdesak-desak akibat tangisanya.Setelah membacanya ia merenungi arti juga
makna surah itu “artinya :hai
kaumku,sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan
sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal” (Q.S Al Mukmin :39).Dari
ayat itulah ia berfikir dan berkeinginan kuat untuk berubah menjadi pribadi
yang lebih baik serta manfaat untuk dirinya dan orang lain.Ia membuat sebuah
komitmen hidup yaitu usahakan setiap hari itu menjalankan aktifitas batiniyyah
khususnya tadarus al qur’an walaupun ia mempunyai pekerjaan yang banyak dan
sibuk agar ia selalu bisa mengkonsep hati dan fikiran dari semua beban hidup
yang di berikan oleh yang maha esa.Akhirnya ia tetap menjalankan aktifitas
sehari-harinya seperti biasa,tetapi ia tidak lupa menjalankan kegiatan
istiqomahnya dalam beribadah khususnya konsisten dalam membaca al qu’an.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar