Kamis, 23 April 2015

Negeri Batavia & Etnis Bakawi
Di pojok pagi yang indah muncul sebuah
sinar yang menerangi kegerlapan ibu kota Indonesia
Sinar itu meredupkan orang-orang
yang menghilang  membaur kedalam
beberapa etnis pendatang
Katanya nenek moyang mereka adalah budak Bali,
pendatang Cina dan mubaligh Timur Tengah serta
pendatang dari Sumatera
Mungkin ku tanyakan saja kepada Sakalanagara
Kerajaan pertama yang menaunginya
Atau ku tanyakan saja kepada
kaki gunung Salak tempat dimana kraton
Raja Dewawarman yang memiliki julukan
Prabu Darmalokapala Dewawarman Aji Raksa
Gapura Sagara bertegak
Tapi, mereka semua tidak ada yang mengerti
karena kekhilafan dan ketidak pekaannya
Aku risau akan semua ini.......
Ku bertanya pada raja Purbacaraka raja
Kerajaan Tarumanegara tentang ibu kota
Chandrabagha
Katanya itu sekarang menjadi kota Bekasi
yang tergenang dengan air hujan
berwana cokelat akibat kepadatan rumah dan
penduduknya
Aku risau akan semua ini......
Ku bertanya kepada Sri Jayanasa raja
Kemaharajaan bahari Sriwijaya yang
pernah berdiri di pulau Sumatera
katanya aku membawa bahasa Melayu
untuk meninggalkan bahasa kawi
sehingga tercampurlah bahasa mu
Aku jadikan kekerabatan dalam moral
untuk mementingkan kekerabatan
dari semua dan semua
Aku risau akan semua ini.....
Ku bertanya kepada Kadiri mengapa kau
memerangi Sriwijaya, sehingga kau
membelah wilayah teritorial bahari ?
Katanya aku ingin memegahkan
wilayah ku sehingga rakyat ku
banyak dan melimpah
Syaindera abai dan di gantikan
oleh migran suku Melayu Kalimantan
bagian barat kalapa untuk menjaga
daerah Barat-nya Jawa
Katanya bahasa Melayu Sunda Kawi kalah
dengan populernya bahasa Melayu
Bugis Kalimantan sebab imigran yang besar
Aku risau akan semua ini.....
Aku bertanya kepada Surawesisa raja Pajajaran
yang mengadakan perjanjian dengan portugis
Dan memperbolehkan membangun
komunitas di Sunda Kelapa
katanya aku kawinkan ank cucu ku
dengan warga pribumu, hingga memunculkan
aliran musik baru yaitu Keroncong Tugu
lalu mengapa VOC menjadikan Batavia
sebagai ladang niaga dan memebangun
infrastruktur ekonomi untuk kepentingan sendiri ?
katanya aku nyaman karena dermaga-dermaga
pelabuhan tempat perahu itu strategis
dalam perjalanan dunia
aku belikan banyak budak dari Bali
untuk membuka lahan pertanian
dan membangun roda perekonomian
aku ajak pedagang dan tabib dari China
untuk mengurus kesehatan para sahaya
yang terluka dari sinuhun londo yang di mulyakan
aku hadirkan pelaut Saudi untuk membawa
berita tentang kebenaran Agama Muhammad
aku risau akan semua ini.....
barlah keambiguan ini berjalan melalui
ladang pisau yang di asah, sebab pertanyaan
asal nenek moyang yang di vonis dari budak
tapi, optimis harus di pikul untuk kehidupan
kedepan dan menjadi orang yang memiliki titel tinggi
aku risau akan semua ini......

Saung Al Munawir PPKHM, Yogyakarta 26-02-15
Bagas Mulyanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar