Negeri Batavia & Etnis Bakawi
Di pojok
pagi yang indah muncul sebuah
sinar yang
menerangi kegerlapan ibu kota Indonesia
Sinar itu
meredupkan orang-orang
yang
menghilang membaur kedalam
beberapa
etnis pendatang
Katanya
nenek moyang mereka adalah budak Bali,
pendatang
Cina dan mubaligh Timur Tengah serta
pendatang
dari Sumatera
Mungkin ku
tanyakan saja kepada Sakalanagara
Kerajaan
pertama yang menaunginya
Atau ku
tanyakan saja kepada
kaki gunung
Salak tempat dimana kraton
Raja
Dewawarman yang memiliki julukan
Prabu
Darmalokapala Dewawarman Aji Raksa
Gapura
Sagara bertegak
Tapi,
mereka semua tidak ada yang mengerti
karena
kekhilafan dan ketidak pekaannya
Aku risau
akan semua ini.......
Ku bertanya
pada raja Purbacaraka raja
Kerajaan
Tarumanegara tentang ibu kota
Chandrabagha
Katanya itu
sekarang menjadi kota Bekasi
yang
tergenang dengan air hujan
berwana
cokelat akibat kepadatan rumah dan
penduduknya
Aku risau
akan semua ini......
Ku bertanya
kepada Sri Jayanasa raja
Kemaharajaan
bahari Sriwijaya yang
pernah
berdiri di pulau Sumatera
katanya aku
membawa bahasa Melayu
untuk
meninggalkan bahasa kawi
sehingga
tercampurlah bahasa mu
Aku jadikan
kekerabatan dalam moral
untuk
mementingkan kekerabatan
dari semua
dan semua
Aku risau
akan semua ini.....
Ku bertanya
kepada Kadiri mengapa kau
memerangi
Sriwijaya, sehingga kau
membelah
wilayah teritorial bahari ?
Katanya aku
ingin memegahkan
wilayah ku
sehingga rakyat ku
banyak dan
melimpah
Syaindera
abai dan di gantikan
oleh migran
suku Melayu Kalimantan
bagian barat
kalapa untuk menjaga
daerah
Barat-nya Jawa
Katanya
bahasa Melayu Sunda Kawi kalah
dengan
populernya bahasa Melayu
Bugis
Kalimantan sebab imigran yang besar
Aku risau
akan semua ini.....
Aku
bertanya kepada Surawesisa raja Pajajaran
yang
mengadakan perjanjian dengan portugis
Dan
memperbolehkan membangun
komunitas
di Sunda Kelapa
katanya aku
kawinkan ank cucu ku
dengan
warga pribumu, hingga memunculkan
aliran
musik baru yaitu Keroncong Tugu
lalu
mengapa VOC menjadikan Batavia
sebagai
ladang niaga dan memebangun
infrastruktur
ekonomi untuk kepentingan sendiri ?
katanya aku
nyaman karena dermaga-dermaga
pelabuhan
tempat perahu itu strategis
dalam
perjalanan dunia
aku belikan
banyak budak dari Bali
untuk
membuka lahan pertanian
dan
membangun roda perekonomian
aku ajak
pedagang dan tabib dari China
untuk
mengurus kesehatan para sahaya
yang
terluka dari sinuhun londo yang di mulyakan
aku
hadirkan pelaut Saudi untuk membawa
berita
tentang kebenaran Agama Muhammad
aku risau
akan semua ini.....
barlah
keambiguan ini berjalan melalui
ladang
pisau yang di asah, sebab pertanyaan
asal nenek
moyang yang di vonis dari budak
tapi,
optimis harus di pikul untuk kehidupan
kedepan dan
menjadi orang yang memiliki titel tinggi
aku risau
akan semua ini......
Saung Al
Munawir PPKHM, Yogyakarta 26-02-15
Bagas
Mulyanto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar