Pelita Rindu ku
Oleh :Bagas
Mulyanto
Hai kau yang disanah,
masikah kau menerangi
Apa yang sudah tak perlu
kau ikuti ?
Membangun istana yang
megah sebagai
Pondasi kesetian hati
Menjadikan kebiasaan
dalam harapan nurani
Menuai kangen yang lepas
dari
Ikatan bingkai kayu api
Hai kau yang merasa,
masihkah kau menguatkan
Permata dalam leher yang
bernyawa ?
Mengeratkan janji yang
membekas pada jiwa
Mengebat pondasi sinar
lentera peristiwa
Meneguhkan keakrab-an
dengan sifat yang di bawa
Hai kau yang manis,
masihkah kau menyatakan kesediaan
Untuk menolong tenaga
yang lemah
Memberi sokongan agar
kukuh seperti tanah
Memegang teguh tongkat
kecil senjata panah
Menyengat tajam prosen
ta’dim yang berkah
Darakan
barat,Prenggan,Kotagede
Jogjakarta, 03-12-2014.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar