Rabu, 21 Januari 2015

puisi



Pelita Rindu ku

Oleh :Bagas Mulyanto

Hai kau yang disanah, masikah kau menerangi

Apa yang sudah tak perlu kau ikuti ?

Membangun istana yang megah sebagai

Pondasi kesetian hati

Menjadikan kebiasaan dalam harapan nurani

Menuai kangen yang lepas dari

Ikatan bingkai kayu api

Hai kau yang merasa, masihkah kau menguatkan

Permata dalam leher yang bernyawa ?

Mengeratkan janji yang membekas pada jiwa

Mengebat pondasi sinar lentera peristiwa

Meneguhkan keakrab-an dengan sifat yang di bawa

Hai kau yang manis, masihkah kau menyatakan kesediaan

Untuk menolong tenaga yang lemah

Memberi sokongan agar kukuh seperti tanah

Memegang teguh tongkat kecil senjata panah

Menyengat tajam prosen ta’dim yang berkah



                                          Darakan barat,Prenggan,Kotagede
    Jogjakarta, 03-12-2014.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar