Rabu, 21 Januari 2015



Pujangga faqir

Memandang pilu raut wajah mentari yang berkilau,

Menuntun belaian halus jari jemari  yang tak rata

Berkolidasi dengan perasaan yang membekas,

Mengenggam perumpamaan kosong yang berkarat

Berteriak keras di sepanjang jalan,

Mengharap belas kasih pesonal

Memenjarakan expresi kebebasan yang lunglai,

Memejamkan mata cita yang hampa

Menutup luka yang mengangah nan merah,

Bercerai status nyaman nan nikmat

Pilu memegang kesetiaan tak tentu,gemetar menjaga rahasia bahasa nirwana

Berjalan menyusuri liku-liku kesengsaraan,

Menangis dalam kalbu yang dalam

Memohon arti kata hidup yang tak terarah,

Melamun meratapi tangisan kecil yang merintih

Bersila melapangkan dada dengan sabar,

Memutar tasbih merenungkan kesalahan


                                                                            UIN Sunan Kalijaga,Jogjakarta 19-10-2014
                                                                                Bagas Mulyanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar