Pujangga
faqir
Memandang
pilu raut wajah mentari yang berkilau,
Menuntun
belaian halus jari jemari yang tak rata
Berkolidasi
dengan perasaan yang membekas,
Mengenggam
perumpamaan kosong yang berkarat
Berteriak
keras di sepanjang jalan,
Mengharap
belas kasih pesonal
Memenjarakan
expresi kebebasan yang lunglai,
Memejamkan
mata cita yang hampa
Menutup
luka yang mengangah nan merah,
Bercerai
status nyaman nan nikmat
Pilu
memegang kesetiaan tak tentu,gemetar menjaga rahasia bahasa nirwana
Berjalan
menyusuri liku-liku kesengsaraan,
Menangis
dalam kalbu yang dalam
Memohon
arti kata hidup yang tak terarah,
Melamun
meratapi tangisan kecil yang merintih
Bersila
melapangkan dada dengan sabar,
Memutar
tasbih merenungkan kesalahan
UIN
Sunan Kalijaga,Jogjakarta 19-10-2014
Bagas Mulyanto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar