Wanita sunda berkaca mata
Oleh :Bagas Mulyanto
05-102014
“Kau keras
kepala,ngeselin dan kuat akan pendirian tetapi,kau baik hati,welcom dengan
siapapun juga ceria “ingatan sifat pribadi dalam pikiran Luthfi kepada si Elsi
wanita yang berasal dari daerah majalengka sebelah utaranya kota terasi udang
atau cirebon.Ia memakai kaca mata minus yang sedikit besar dan berbentuk
lonjong kotak,minus yang ia miliki ialah minus dua dan dua, di sebelah kiri
matanya dan sebelah kanan matanya . Wanita ini baru 3 hari yang lalu di kenal
oleh Luthfi di sebuah pelatihan jurnalistik fakultas di kampusnya.Ia wanita
yang berbeda dan aneh,ia juga wanita yang cerdas menurut perhatain serta pandangan Luthfi.Ia aktif dalam
berbagai diskusi serta materi yang ada di dalam pelatihan itu ,iapun semangat
dalam mengerjakan segala tugas yang di berikan pemateri dalam forum itu.
***** *****
*****
Awalmula nya
Elsi dan Luthfi adalah seorang santri yang mondok di sebuah pondok psantren
yang berbeda ,karena mereka itu selesai dan tamat dari studinya di pondok
pesantren maka mereka berdua melanjutkan studinya di Universitas islam di
jogjakarta.Elsi masuk dalam jurusan Akhwalu syasiyah, jurusan yang lebih
menekankan hukum kekeluargaan di indonesia sedangkan Luthfi masuk dalam jurusan
syiyasah yaitu perpolitikan ,akan tetapi dahulu sebelum di ganti jurusan itu
adalah jinayah yaitu hukum pidana juga termasuk dalamnya ,dan Jurusan mereka terkumpul dalam satu fakultas
yaitu Syariah dan Hukum.Mereka memulai perkenalannya di sebuah kegiatan yang di
adakan oleh lembaga pers mahasiswa di fakultas, yaitu pelatihan jurnalistik
yang bertempat di PWNU kota Jogja selama 3 hari.Perkenalan pertamanya tidak ada
kesan yang menarik karna si Elsi cuek dan acuh tak acuh.Setelah beberapa minggu
berlalu mas Ari yang berasal dari madura ketua lebaga pers mahasiswa fakutas
Syariah dan Hukum,mengundang para mahasiswa yang kemarin ikut pelatihan jurnalistik
untuk berdiskusi seputar” sejarah perpolotikan di indonesia” yang nanti akan di
jadikan tema buletin terbitan bulan depan di fakultasnya.”Di beritahukan kepada
seluruh kru lembaga pers mahasiswa fakultas Syariah dan Hukum untuk hadir di
acara diskusi mingguan yang bertempat di beskem jam 14.30,on time”sms yang di
kirim oleh mas Ari untuk para kru yang ikut pelatihan jurnalistik.Diskusi nya
sangat menarik dan ramai, banyak sekali argumen yang membangun dan menjatuhkan
dari para kru baru yang hadir di forum diskusi itu.Banyak kritikan dan masukan
yang bisa di jadikan bahan untuk membuat buletin bulanan.Pembuatan buletin ini
di lakukan oleh para kru baru yang masih dalam tahap magang di lembaga pers .
***** *****
*****
Pendekatan
pribadi Luthfi dan Elsi ini berawal dari diskusi pada hari itu.Setelah selelsai
diskusi semua kru pulang ke tempat tinggal nya masing-masing.Luthfi pulang ke
kos nya, dan membuka menu di dalam hp
nya untuk sms pertama yang akan di kirimkan untuk Elsi.Sebenarnya no hp Elsi
itu sudah lama di dapatkan Luthfi dari hanim teman satu kru di pelatihan itu
dan juga teman satu jurusanya Elsi,tetapi ia takut dan jaim untuk mencoba sms
pertama pendekatanya.”Haai Elsi yaa??” ketikan dalam sms pertama Luthfi,”iyaa
ini siapa” balesan dari Elsi lewat no keduanya.Hening dan gemetar suasana rasa
dalam hati Luthfi karena mendapatkan balesan dari Elsi.”ini aku Luthfi
anak js yang tadi ikut diskusi lembaga
pers mahasiswa“jawaban sms dari pertanyaan Elsi.”owalah iyaa,kamu dapet no aku
dari siapa eh??”pertanyaan kembali yang ada di dalam balasan sms nya Elsi.”kamu
kepo,ada deh dari siapa aja boleh hahaha “sedikit jawaban ngeledek yang mencair
untuk membuat suasana lebih asyik dari Luthfi ,sekalian menandakan sms terakhir
yang di bales Luthfi karna pulsanya habis.
***** *****
*****
Hari berlangsung
minggu berganti dan bulan berlalu Elsi dan Luthfi semakin dekat dan
akur.Kedekatannya mencerminkan seperti sahabat,teman karib dan saudara
,sehingga mereka merasa nyaman di antara keuanya ,terlebih Luthfi yang sudah
mempunyai rasa hati yang berbeda ketika awal bertemu di pelatihan jurnalistik .
Malam senin di
bulan juni Luthfi mencoba memberanikan diri untuk mengungkapkan rasa yang ada
di dalam hatinya kepada Elsi melalui via hp ,ketika mereka bertelponan.Tetapi
jawaban yang di inginkan Luthfi untuk di
terima menjadi pacarnya Elsi itu tidak terduga.Jawaban yang di berikan Elsi itu
menolak utuk tidak menjadi pacarnya Luthfi, karena Elsi mempunyai komitmen
pribadi untuk tidak berpacaran.Sedikit kekecewaan dan putus asa dalam perasaan
Luthfi akan jawaban yang di berikan oleh Elsi,tetapi Luthfi mempunyai tekad
yang kuat untuk bersama dengan Elsi,dengan itu ia selalu berusaha dalam doa dan perbuatannya untuk mendapatkan hatinya Elsi dengan
semangat juang tinggi .Akhirnya waktu menjawab titik terang usaha Luthfi,ketika
itu liburan UAS dan bulan ramadhan ,dimana
seluruh umat islam itu menjalankan ibadah puasa wajib.Elsi jujur kepada Luthfi
rasa yang sebenarnya ada di dalam hatinya,ia juga memiliki rasa yang sama
dengan Luthfi tapi karna komitmennya dia tidak bisa untuk menjalankan hubungan
yang berstatus .Problem komitmen dan hati ini akhirnya di siasati oleh Luthfi
dengan bijak ,Luthfi mencoba ngomong dengan Elsi bahwasanya kita engga perlu
berstatus,karena status itu tidak penting. Intinya kita itu harus
saling jujur sama perasaan kita
dan saling mengerti satu sama lain juga saling membuat komitmen hidup
bersama.Dengan jawaban bijak yang di berikan oleh Luthfi itu, Elsi bisa menerima dan mau menjalaninya
dengan mebaca bismillah bersama untuk menjalin sebuah proses hidup bersama.Setelah kejadian
itu barulah sejarah awal perjalan cinta kasih Luthfi perjaka humoris yang cinta
dengan alam dengan Elsi wanita sunda yang memakai kaca mata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar