Senin, 02 Maret 2015



Syair untuk ambu
Rindu ku bersarang menggumpal
di dalam lantunan kelambu
Bingung yang memancarkan sinar
 cahaya isi bambu
Warna terang terarah pada garis-garis
 rupa yang bercorak dan berabu
Sayang adalah untai kata tanpa makna
Perjalanan berliku menjanjikan
 harapan kilat yang bersukma
Kehangatan canda dan tawa
menimba air yang bergema
Keresahan hati yang tak berujung
petanda proses rahmah
Aku diam melamun
menindihkan kasur istirahat
Berteriak dalam jiwa sebagai
 kampak yang memahat
Mengumpat dalam prodeo
 tempat para penjahat
Memakai jaket kusut berjamur
 alas argumen pengamat
Ibu, bunda  atau ambu panggilan
untuk pahlawan yang berjasa
Terima kasih ku terucap
 tanpa waktu yang bermasa
Ingin ku lukis wajahmu dengan
butiran mutiara semesta

Malam minggu, 06-12-04, Jogjakarta
               Bagas Mulyanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar