Syair untuk ambu
Rindu ku bersarang menggumpal
di dalam lantunan kelambu
Bingung yang memancarkan sinar
cahaya isi
bambu
Warna terang terarah pada garis-garis
rupa yang
bercorak dan berabu
Sayang adalah untai kata tanpa makna
Perjalanan berliku menjanjikan
harapan kilat
yang bersukma
Kehangatan canda dan tawa
menimba air yang bergema
Keresahan hati yang tak berujung
petanda proses rahmah
Aku diam melamun
menindihkan kasur istirahat
Berteriak dalam jiwa sebagai
kampak yang
memahat
Mengumpat dalam prodeo
tempat para
penjahat
Memakai jaket kusut berjamur
alas argumen
pengamat
Ibu, bunda
atau ambu panggilan
untuk pahlawan yang berjasa
Terima kasih ku terucap
tanpa waktu
yang bermasa
Ingin ku lukis wajahmu dengan
butiran
mutiara semesta
Malam
minggu, 06-12-04, Jogjakarta
Bagas Mulyanto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar