Rabu, 21 Januari 2015



Mayapada

Angin teruslah berhembus sebagi pertanda

Luka yang telah lewat

Air teruslah mengalir untuk menyegarkan

Semangat yang telah kering

Tanah teruslah tandus sebagi bukti

Kekuatan perintih

Daun teruslah tumbuh petanda

Kekuarangan yang berlebih

Batu teruslah padat nan padu

Sebagai perhiasan tangkai yang patah

Pohon teruslah kuat dan tegap

 Menghadang wabah kesalahan

Bunga teruslah elok serta harum

Pemerhati pekerja serabut

Hewan teruslah buas untuk

Membasmi petinggi yang bertahta

Manusia teruslah berfikir sebagai

Penyeimbang persoalan mendatang

Bagas Mulyanto, Timoho, Jogjakarta
01-01-2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar